Rabu, 10 September 2014




Kayu jati merupakan kayu berkualitas karena kekuatan, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap. Kayu teras jati berwarna coklat muda, coklat kelabu hingga coklat merah tua. Kayu gubal, di bagian luar, berwarna putih dan kelabu kekuningan.
Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga disukai untuk membuat furniture atau mebel jati. Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, jati digolongkan sebagai kayu mewah. Oleh karena itu, jati banyak diolah menjadi kursi tamu jati, meja makan, lemari pakaian, dipan jati, dan lainnya. Sekalipun relatif mudah diolah, jati terkenal sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.
Dahulu sekitar abad ke-17, tercatat masyarakat Sulawesi Selatan menggunakan akar jati sebagai penghasil pewarna kuning dan kuning coklat alami untuk barang anyaman mereka. Di Jawa Timur, masyarakat Pulau Bawean menyeduh daun jati untuk menghasilkan bahan pewarna coklat merah alami. Orang Lamongan memilih menyeduh tumbukan daun mudanya. Sementara itu, orang Pulau Madura mencampurkan tumbukan daun jati dengan asam jawa. Pada masa itu, pengidap penyakit kolera pun dianjurkan untuk meminum seduhan kayu dan daun jati yang pahit sebagai penawar sakit.
Di Indonesia sendiri, jati jawa menjadi primadona. Tekstur jati jawa lebih halus dan kayunya lebih kuat dibandingkan jati dari daerah lain terlebih jati dari jepara yang sudah dikenal keunggulannya. Produk-produk ekspor yang disebut berbahan java teak (jati jawa, khususnya dari Jawa Tengah) sangat terkenal dan diburu oleh para kolektor baik di dalam maupun di luar negeri.
Menurut sifat-sifat kayunya, di Jawa orang mengenal beberapa jenis kayu jati :
  1. Jati lengo atau jati malam, memiliki kayu yang keras, berat, terasa halus bila diraba dan seperti mengandung minyak. Berwarna gelap, banyak berbercak dan bergaris.
  2. Jati sungu. Hitam, padat dan berat.
  3. Jati werut, dengan kayu yang keras dan serat berombak.
  4. Jati doreng, berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng hitam menyala, sangat indah.
  5. Jati kembang.
  6. Jati kapur, kayunya berwarna keputih-putihan karena mengandung banyak kapur. Kurang kuat dan kurang awet.
Demikian tadi uraian yang penulis sampaikan yang dikutip dari berbagai sumber, semoga bermanfaat bagi anda yang ingin mencari referensi tentang kayu jati. Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai kayu jati, silakan anda cek di http://susangallery.co.id atau hubungi kami melalui nomer kontak di 021-87745100.

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Categories

Popular Posts